Permudaan Alam Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri T et B) Sistem Putaran Sebagai Alternatif Konservasi In Situ

  • Muhammad Fadjeri Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
Keywords: Putaran Ulin, Regenerasi Alami Ulin, Konservasi In-Situ

Abstract

“Putaran“ adalah sistem pembibitan kayu ulin dari permudaan alami yang dilakukan dengan menggali sedalam batas lebar kanopi tanaman memutar akar. Sistem putaran ini kelebihannya adalah permudaan alami dipilih menjadi bibit tanpa mengalami stres, karena dicabut dengan mikro-ekosistem tanah yang tidak banyak berubah. Regenerasi alami kayu ulin biasanya tumbuh bergerombol di bawah pohon induknya, Akibatnya terjadi persaingan antar anakan itu sendiri dalam hal memperebutkan ruang , cahaya dan mneral. Untuk mendukung pelestarian bibit anakan alami ulin ini perlu dipindah di areal lain yang masih kosong secara insitu. Berdasarkan hasil penelitian selama 18 bulan, diketahui bahwa sistem putaran bibit kayu ulin yang dibiarkan ditempat selama sekitar 12 bulan baru dipindahkan ke tempat lain, memberikan persentase tumbuh 90%, sedangkan yang ditanam langsung di lapangan hanya 42,5%. Dengan demikian, sistem putaran dapat digunakan sebagai alternatif konservasi in-situ.

Published
2020-02-05
How to Cite
Fadjeri, M. (2020). Permudaan Alam Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri T et B) Sistem Putaran Sebagai Alternatif Konservasi In Situ . Buletin Loupe, 15(02), 30. Retrieved from http://e-journal.politanisamarinda.ac.id/index.php/jurnalloupe/article/view/38