Penyulingan Minyak Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) dengan Suhu yang Berbeda

  • Farida Aryani Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
Keywords: Minyak Kayu Putih, Melaleuca cajuputi, penyulingan, rendemen, GC-MS

Abstract

Melaleuca cajuputi merupakan salah satu tumbuhan penghasil minyak atsiri. Sejak jaman dahulu minyak kayu putih digunakan sebagai obat tradisional, karena baunya yang khas minyak kayu putih digunakan juga sebagai bahan pembuat aroma terapi untuk relaksasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemen dan kualitas minyak kayu putih berdasarkan perbedaan suhu penyulingan. Penyulingan   menggunakan alat berupa ketel dengan menggunakan metode penyulingan uap dan air dengan menggunakan perbedaan suhu yaitu 150°C dan 200°C. Selanjutnya dilakukan penghitungan rendemen dan pengujian kualitas yang meliputi Spesific Gravity, indeks bias, dan analisis kandungan senyawa kimia menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menggunakan suhu penyulingan 150°C diperoleh rendemen sebesar 1.99%, spesific grafity 0.9038, indeks bias 1.464,dan analisis GC-MS untuk senyawa aktif 1.8 cineol memiliki 54.56% area.  Sedangkan penyulingan pada suhu 200°C memperoleh rendemen sebesar 1.68%, spesific grafity 0.9088,  indeks bias 1.465, dan senyawa aktif 1.8 Sineol sebesar 53.67 % area.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-12-09
How to Cite
Farida Aryani. (2020). Penyulingan Minyak Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) dengan Suhu yang Berbeda. Buletin Loupe, 16(02), 51-57. https://doi.org/10.51967/buletinloupe.v16i02.255